Memilih mode diskless atau lokal untuk jaringan warnet?

Iklan/Advertisment
Iklan/Advertisment
berikut ini adalah rangkuman diskusi yang ada di Komunitas warnet Indonesia, berkaitan dengan nasib mode diskless ataupun mode virtual ataupun lokal yang biasa di pakai owner warnet di warnet miliknya, diskusi ini bisa di lihat langsung disini https://www.facebook.com/groups/komunitaswarnet/permalink/2623937254306063/



semoga bisa menambah wawasan kita bersama, dan bisa menjadi rujukan bagi anda yang bingung membangun sytem jaringan pada warnet
Tommy Bulyan‎  : (diskusi)
diskless apa lokal?
perkembangan ssd makin lama makin cepat bahkan nvme bisa 3GB/second. sementara bandwidth diskless mentok di lancard 1gbps atau sekitar 125MB/second walaupun realnya paling 70MB/s. Meskipun latecy diskless dipersingkat dengan ram cache namun kebutuhan transfer file games makin hari makin besar, contohnya main pubg steam meskipun vga dan proci kuat tp loading teksturenya lambat di diskless. hal ini bisa diatasi hanya dgn lancard 10gbps. namun harga switch yg masih puluhan juta sepertinya nasib diskless jd tidak jelas. sementara harga nvme makin murah.
Menurut teman2 kedepannya gimana nasib diskless?apakah nanti balik mode lokal, terutama gamesdisknya?

Alif Zikri :
Sebenarnya yg bikin SSD cepat itu karena Seek Time dan IOPS yg jauh dibanding HDD, soal speed mah nomor sekian, kapan sih pernah lagi main game liat trnasfer rate lebih dri 100MB/s terus menerus? Yang jadi tantangan SSD seksrang mencetak TBW yg lebih besar dripada sbelumnya

BuanaNet Pbun  :
Bicara pada masalah masa depan diskless apakah masih mampu menghadle trafik dari local jaringan yang bebannya semakin berat, untuk saat ini mungkin bisa ketawa dengan lan 1Gbps karena game memang hanya menggunakan trafik single connection antar local lan, ini akan beda cerita kalo gamenya sendiri sudah menggunakan multiple connection antar lokal lan, belum lagi trafik data lainnya seperti voice call, streaming paket yang membanjiri data write back. Sebenarnya para pengembang game tidak mendesain game untuk dijalankan pada jaringan diskless, mau diskless pake FO atau lancard 10gbps pun gak ngefek pada performa game, karena emang tidak bisa mengalahkan performa dengan langsung menggunakan ssd, sshd, nvme dan m.2 apalagi harganya sudah semakin murah..untuk urusan kemudahan gak ada yang bisa ngalahin diskless tapi kalo bicara performa bermain game ini akan beda cerita.

Kangwiroo  :
(ada solusi untuk masalah diatas salah satunya) Osnya diskless, gamedisknya di buat local cache disk. Jadi ga perlu ssd 1tb-2tb per pc. Cukup 512gb atau 240gb yg penting tinggal atur waktu kapan cache itu refresh. atau dibuat sync beberapa game & aplikasi berat saja. Tp memang, diskless punah dgn sendirinya akan kehadiran cloud service. 

Rimbun Raya Comp :
munculnya technologi yg di bangun system ddiskless pada management warnet memberi peluang lebih mudaah, sederhana, efesien. saya haal ini sama2 kita sepakati secara mufakat & tidak paki ragu.

mengenai pertanyn 
apkah kita kembai ke system lokal atau konvensional ?

saya rasa tidak. peru kita pahami system disless jug mengikuti seiringnya perkembangaan dunia perwarnetan,, baaik dikemasa dalam nasionl maupun international. Sebenarnya jawban tsb gampang dan sederhana,, sebab kembali kebutuhan pelaku bisnis tsb, spefikasi PC client juga menjadi acuan pda server. saat ini kita tida perlu berdebaat ram 8 GB,, SSD, NVME, HDD atau bagaimana ,,,, semua kembali kebutuhan industri warnet tersebut & sisi pengetauan esekutor.

contoh begini:
hande 60 - 100 PC tidak lah mungkin spec PC server yg tidak memiiki kompetensi & cakupan hardware yang baaik handle 20 pc bisa saja dengaan spec medium

dinamika cache, regulasi game2 berat saya rsa hanya bermain di setingn lokal, setingan management network lokaal kesimpulan,, system diskless sangat membantu untuk management warnet secara real & efesien,, dan apa itu pasti tetap ibutuhkan dalam industri warnet

Rizq Zafitra :
untuk game-game yang lambat loading pas masuk awalnya doang sih gpp mas, kalau game-game yang sedot data texture pas dia in-game play ya jadi not playable walaupun spek client nya belasan juta.
Iklan/Advertisment